Trilogi
5 menara novel karya A. Fuadi merupakan salah satu novel yang selalu
menginspirasiku. Bagaimana tidak? Ceritanya yang dikemas begitu menarik membuat
kita akan terlarut dalam alur cerita.
Trilogi
5 menara terdiri dari Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Disetiap
novel ini memiliki kekhasan tersendiri-sendiri, memiliki kata-kata mutiara yang
selalu membuat kita untuk bersemangat.
Negeri
5 Menara. Disini diceritakan mengenai kehidupan Alif saat di pondok Madani. Ceritanya
sungguh membuatku berangan-angan untuk bisa menyekolahkan anakku kelak kesana
(ehh, terlalu bermimpi :D). Tetapi serius deh, ceritanya membuat kita bisa
melihat kehidupan Pondok Madani yang begitu ketat dan disiplin secara jelas. Di
novel yang pertama ini terdapat papatah “Man
Jadda Wajada” Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Novel
kedua, Ranah 3 Warna, menceritakan keinginan Alif untuk bisa sekolah di ITB. Ya
walaupun akhirnya dia gagal di ITB tetapi dia berhasil masuk ke Unpad jurusan
hubungan internasional. Selain itu disini diceritakan menganai pengalaman Alif
sekolah di Eropa. “Man Shobaru Zhafira”
Siapa yang bersabar akan beruntung. Pepatah ini sangat mewakili hatiku ketika
aku gagal masuk perguruan tinggi yang aku inginkan. Tetapi alhamdulillah bisa
mendapat yang lebih baik #curhat dikit lah :p
“Man Yasro’ Yahsud” Siapa yang menanam
akan menuai yang ditanam, merupakan qoute dalam novel ketiga, Rantau 1 Muara. Novel
ini menceritakan kebimbangan Alif kemana dia harus melangkah? Apakah sesuai
dengan jurusannya atau menjadi seorang wartawan/penulis sesuai minatnya. Akhirnya
dia memutuskan menjadi seorang wartawan/penulis. Berkat ketrampilannya dia bisa
berkeliling dunia sesuai dengan mimpi yang selalu dia angan-angankan saat di
Pondok Madani.
Walaupun
aku sendiri agak lupa detail cerita novelnya, tetapi pepatah-pepatah tersebut
selalu tertanam dalam pikiranku. Selalu membuat aku untuk semangat dan percaya
untuk selalu optimis disaat aku putus asa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar