Rabu, 03 September 2014

dari Pantai ke Gunung

di depan villa

Liburan.
Aaaaaa....... Alhamdulillah, akhirnya aku bisa liburan.
Liburannya pun tak tanggung-tanggung, ke BROMO

Alhamdulillah, makasih ya Allah, telah mengabulkan salah satu doaku.
Ya, berkat ajakan temen-temenku (Novrita, Putri Asyifa, Ike, Putri, Andi), akhirnya aku bisa berlibur walau dengan rintangan perijinan yang sulit :D

BNS
Kami berangkat ke Kota Malang hari jumat malam jam 12an dengan menggunakan mobil Novrita dan sampai di Kota Batu jam 12 siang. Perjalanan yang panjang tak membuat kami langsung beristirahat ketika sampai, tapi kami langsung beranjak menuju wahana Jatim Park 1. Disana kami bermain-main dengan berbagai wahana yang menantang adrenalin. Setelah dari Jatim Park 1 kami melanjut menuju ke BNS. Disini kami hanya berfoto-foto dengan hiasan lampion-lampion yang cantik-cantik. Ya, karena kami tak mungkin menghabiskan energi kami hanya pada 1 hari saja, mengingat agenda kami di hari kedua adalah berpetualangan menyusuri Pulau Sempu.

Pulau Sempu
Benar saja, perjalanan menuju Pulau Sempu tak semudah yang dibayangkan, perlu waktu 3 jam dari Kota Batu untuk menuju Pantai Sendang Biru (salah satu pelabuhan untuk menuju Pulau Sempu). Tak hanya itu, kami masih perlu berjalan menyusuri Pulau Sempu yang dikelilingi hutan bakau. Setelah berjalan kurang lebih 2 km atau sekitar 1 jam, akhirnya kami sampai dibagian paling selatan Pulau Sempu. Disini, kami bisa melihat keindahan pasir putih yang sangat menawan dan juga birunya samudra hindia. Whaoo, Subhanallah, Indahnya ciptaanMu.

Setelah puas menikmati keindahan pantai, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo. Agak sedikit gila sihh. hehehe. Gimana tidak?? dari pantai ke gunung, dengan rasa lelah yang belum hilang setelah berjalan berkilo-kilo :D Tapi tak apa, kami masih muda, memiliki semangat yang kuat, dengan semboyan kami 3cm. haha (meniru adegan 5cm)

pasir berbisik, Bromo
Di Bromo, lagi-lagi kami ditakjubkan dengan keindahan ciptaanMu. Aku sendiri bingung harus mengucapkan apa, karena semuanya bener-bener indah dan juga bener-bener dingin, sampai-sampai aku tak dapat merasakan apa-apa. haha. Di Bromo, kami menggunakan mobil jib untuk tur keliling yaitu ke pendakian (untuk melihat sunrise), ke padang pasir, ke pasir berbisik, ke bukit teletabies, dan ke kawah bromo.

Aaaaaa....
Semuanya bener-bener indah.
Sungguh pengalaman yang menyenangkan :)
Rasanya ingin pergi berlibur berkelana lagi seperti ini :D

Rabu, 27 Agustus 2014

Antara Patuh dan Tak Berani Melawan


Rasanya bingung harus bagaimana?
Ketika suatu keinginan yang sangat diharapkan datang dengan tiba-tiba tetapi terbebani oleh restu orang tua, tentunya akan membuat kita berpikir dua kali.
Ya, ajakan teman-temanku untuk berlibur pastinya sangat menggiurkan. Gimana tidak? liburan yang Alhamdulillahnya lumayan panjang ini tentunya  memacu nafsuku untuk berkelana sebagai seorang remaja. Apalagi melihat teman-temankuyang lain, yang banyak berlibur membuat hatiku sedikit iri *ops*
Liburan. Siapa sih yang tak ingin liburan? Menikmati memandangan ciptaan Allah yang menakjubkan, menghilangkan kepenatan kehidupan kuliah, menjalin persahabatan dengan teman-teman. tentunya mengasyikkan.
Sudah sejak dulu aku ingin sekali liburan, tatapi selalu tak ada sarana yang mendukung. Bahkan deretan tempat wisata mungkin kalau ditulis banyak sekali yang ingin aku singgahi.
Tetapi semua keinginan itu mungkin tinggal wacana. Antara berani dan takut menanyakan hal liburan ke orang tua membuatku memutuskan niat. Bagaiamana pun juga ridho Allah adalah ridho orang tua. Mungkin sekali bilang tidak, kita harus mematuhinya. Toh kita tak tau apa yang terjadi entar.
Liburan tinggalah wacana
Aku yakin dibalik ini semua pasti ada hikmah yang tersembunyi :)

Apakah itu Cinta


Saat kita sedang sendiri, kesepian, dalam masalah, membutuhkan teman, lantas teringat dengan seseorang, berharap banyak dia akan membantu, atau setidaknya mengusir sedikit gundah-gulana. Apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Tetapi kalau demikian, bukankah cinta jadi tidak lebih dari seperangkat obat? Alat medis penyembuh?

Selesai malasahnya, saat kita kembali semangat, sembuh, maka persis seperti botol-botol obat, seseorang itu bisa segera disingkirkan. Sementara, dong? Temporer? Juga tentu saja, kecuali kita selalu sakit berkepanjangan, dan mulai mengalami ketergantungan dengan seseorang tersebut. Jika demikian maka cinta jadi mirip nikotin, candu.

Saat kita ingin selalu bersamanya, selalu ingin didekatnya, selalu ingin melihat wajahnya, senyumnya, nyengirnya, bahkan gerakan tangan, gesture, bla-bl-bla. Ingin mendengar suaranya (meski suaranya fals), tawanya (walau tawanya cempreng); apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Bagaimana mungkin bukan cinta?

Tetapi kalau hanya demikian, maka bawakan saja imitasi seseorang itu ke rumah, taruh seperti koleksi patung, jika ingin mendengar tawanya, stel sedemikian rupa biar dia tertawa, ingin melihat dia bicara, stel agar dia bicara. Bukankah hari ini sudah banyak teknologi imitasi seperti ini?

Apakah itu akan berlangsung sementara? Boleh jadi, karena persis seperti kolektor yang memiliki koleksi benda antik, seberapapun berharganya, cepat atau lambat rasa bosan akan tiba. Bisa sih disiasati dengan jarang-jarang melihat koleksi tersebut, jarang-jarang bertemu biar terus kangen dan rindu, aduh, kalau demikian, maka cinta jadi sesuatu yang kontradiktif, bukankah tadi dibilang ingin selalu bersamanya.

Saat kita terpesona melihatnya, kagum menatapnya, begitu hebat, keren, terlihat berbeda, cantik, gagah, dan bla-bla-bla. Apakah itu disebut cinta? Bisa jadi. Tapi jika demikian cinta tak lebih seperti pengidolaan, keterpesonaan. Jika demikian, solusinya mudah, pasang saja posternya besar-besar di kamar. Jika kangen, tatap sambil tersenyum. Taruh foto-fotonya di mana-mana. Selesai urusannya.

Apakah ini sementara? Temporer? Tentu saja. Saat idola baru yang lebih keren tiba, saat sosok baru yang lebih hebat datang, maka idola lama akan tersingkirkan. Jika demikian, maka cinta tak ubahnya seperti lagu pop, cepat datang cepat pergi. Persis seperti anggota boyband di tahun 80-an, basi di tahun 90-an, dan anggota boyband di tahun 2012, dijamin basi banget di tahun 2030.

Saat kita tergila-gila, selalu ingat dengannya, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, berpikir jangan-jangan kita kehilangan akal sehat, apakah itu disebut cinta? Tentu saja. Tapi jika demikian cinta, maka ia tak lebih dari simptom penyakit psikis? Sama persis seperti penjahat yang jadi buronan, juga tidak bisa tidur, susah makan, dan terkadang berpikir kenapa ia bisa kehilangan akal sehat menjadi penjahat. Sementara? Temporer? Tentu saja. Waktu selalu bisa mengubur seluruh kesedihan.

Hampir kebanyakan orang akan bilang: “Saya tidak pernah tahu kapan perasaan itu datang. Tiba-tiba sudah hadirlah ia di hati.” Ada sih yg jelas-jelas mengaku kalau dia cinta pada pandangan pertama; sekali lihat, langsung berdentum hatinya. Tapi di luar itu, meskipun benar-benar pada pandangan pertama, kita kebanyakan tidak tahu kapan detik, menit, jam, atau harinya kapan semua mulai bersemi. Semua tiba-tiba sudah terasa something happen in my heart.

Terlepas dari tidak tahunya kita kapan perasaan itu muncul, kabar baiknya kita semua hampir bisa menjelaskan muasal kenapanya. Ada yg jatuh cinta karena seseorang itu perhatian, seseorang itu cantik, seseorang itu dewasa, rasa kagum, membutuhkan, senang bersamanya, nyambung, senasib, dan seterusnya, dan seterusnya. Dan di antara definisi kenapa tersebut, ada yang segera tahu persis kalau itu sungguh cinta, ada juga yang berkutat begitu lama memilah-milah, mencoba mencari penjelasan yg akan membuatnya nyaman dan yakin, ada juga yang dalam situasi terus-menerus justeru tdk tahu atau tidak menyadarinya kalau semua itu cinta.

Cinta sungguh memiliki begitu banyak pintu untuk datang. Kebanyakan dari “mata”, mungkin 90%. Sisanya dari “telinga”. Dari bacaan (membaca sesuatu darinya), dari kebersamaan, dari cerita orang lain. Dari mana saja. Lantas otak akan mengolahnya, mendefinisikannya menjadi: sayang, kagum, terpesona, dekat, cantik, ganteng, cerdas, baik, lucu, dan seterusnya. Kemudian hati akan menjadi pabrik terakhir yang menentukan: “ya” atau “tidak”. Selesai? Tidak juga, masih ada ruang buat prinsip-prinsip, pemahaman hidup, pengalaman (diri sendiri atau belajar dari pengalaman orang lain) untuk menilai apakah akan menerima kesimpulan hati atau tidak.

Ini proses cinta kebanyakan. Tetapi orang-orang yang paham, maka pintu datangnya cinta bukan sekadar dari mata atau tampilan fisik saja. Proses mereka terbalik, mulai dari memiliki prinsip-prinsip, pemahaman-pemahaman yang baik, lantas hati dan otak akan mengolahnya, baru terakhir mata, telinga dan panca indera menjadi simbolisasi cinta tersebut.

Tetapi apapun pintu dan prosesnya, jika akhirnya semua fase itu terlewati masih ada satu hal penting lainnya yg menghadang. Yaitu kesementaraan. Temporer. Apakah cinta itu perasaan yang bersifat temporer? Kabar buruknya ya. Jangan berdebat soal ini.

Sehebat apapun cinta kita, pasti takluk oleh waktu. Tapi kabar baiknya, meski ia bersifat sementara, kita selalu memiliki kesempatan untuk membuatnya ‘abadi’, everlasting. Bagaimana caranya? Dengan pemahaman-pemahaman yang baik. Ada rambu-rambu yang harus dipatuhi, ada nilai-nilai yang harus dihormati. Pasangan yang memiliki hal tersebut, mereka bisa menjadikan perasaan cinta utuh semuanya. Maka abadilah perasaan itu.

Terakhir, saat kita selalu termotivasi untuk terus berbuat baik hari demi hari, memberikan semangat positif, terus memperbaiki diri setiap kali mengingatnya, apakah itu juga disebut cinta? Yaps, inilah hakikat cinta. Saat perasaan itu menjadi energi kebaikan. Dan itu tidak berarti kita harus selalu menyampaikan kalimat itu. Orang-orang yang menyimpan perasaannya, menjaga kehormatan hatinya, dan menjadikan perasaan tersebut sebagai energi memperbaiki diri, maka cinta menjelma menjadi banyak kebaikan.

Apakah itu sementara? Memang sementara, nah, semangat untuk terus memperbaiki diri karena cinta tersebut akan menjadi jaminan keabadiannya. Percayalah, bagi orang-orang yang memiliki pemahaman yang baik, cinta selalu datang di saat yang tepat, momen yang tepat, dan orang yang tepat, semoga semua orang memiliki kesempatan merasakannya

-Tere Liye-

Rabu, 06 Agustus 2014

Sahabat


Sedikit-sedikit aku mulai mengerti mengenai makna persahabatan sesungguhnya. Berkat teman-teman  KBB aku mulai merasakan seperti apa rasanya punya sahabat yang sesungguhnya. Tapi bukan berarti sebelumnya aku gak punya sahabat. Tapi disini aku punya lebih J
KBB sendiri adalah kepanjangan dari Keluarga Besar Banjarsari yang merupakan gabungan kos cewek dan kos cowok. Hahaha. Iya kami bergabung karena (mungkin) ada salah satu dari temen aku yang saling suka. Tapi itu lupakan aja lah.
Gak tau kenapa, setelah terbentuknya KBB kadang ada rasa rindu ingin saling kumpul, rindu bunyi line yang gak pernah berhenti berkicau sampai kadang bikin hape error, rindu makan2 gratis. Hahaha. Terima kasih KBB
Tapi gak kalah hebatnya, sahabat2 aku satu kos  ini (Yustin, Fira, Sarah, Yuniar,  Amita, Gina, Aya, Karin, Ina) juga super duper baik. Terima kasih atas perhatian-perhatian kalian yang kadang berlebihan -_-
Aku  kadang berpikir, apakah  persahabatan kita bakal kelal sampai kita jadi dokter ya? Sampai punya anak? Hahaha (berkhayal tinggi). Yaa aku sih berharap kita bakal terus seperti ini sampai tua. Aamiin.
sahabat KBB
Selain itu selama kuliah ini aku punya keluarga mentoring, yang akan mengisi kehausanku tentang agama. Ya, walaupun sudah kuliah ilmu agama tetap penting kan. Hahaha. Alhamdulillah, aku punya seorang kakak menti yang baik, sabar, cantik, apalagi yaa =D namanya Kak Atika. Berkat adanya mentoring ini aku selalu berusaha untuk terus meperbaiki diri untuk terus menjadi yang terbaik J
Bersyukur banget deh, aku dikelilingi oleh teman-teman yang super-super, yang selalu membuat aku semangat, dan selalu berjalan menuju kebaikan. Alhamdulillah 

Kamis, 23 Januari 2014

Trilogi 5 Menara


Trilogi 5 menara novel karya A. Fuadi merupakan salah satu novel yang selalu menginspirasiku. Bagaimana tidak? Ceritanya yang dikemas begitu menarik membuat kita akan terlarut dalam alur cerita.

Trilogi 5 menara terdiri dari Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Disetiap novel ini memiliki kekhasan tersendiri-sendiri, memiliki kata-kata mutiara yang selalu membuat kita untuk bersemangat.
Negeri 5 Menara. Disini diceritakan mengenai kehidupan Alif saat di pondok Madani. Ceritanya sungguh membuatku berangan-angan untuk bisa menyekolahkan anakku kelak kesana (ehh, terlalu bermimpi :D). Tetapi serius deh, ceritanya membuat kita bisa melihat kehidupan Pondok Madani yang begitu ketat dan disiplin secara jelas. Di novel yang pertama ini terdapat papatah “Man Jadda Wajada” Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
Novel kedua, Ranah 3 Warna, menceritakan keinginan Alif untuk bisa sekolah di ITB. Ya walaupun akhirnya dia gagal di ITB tetapi dia berhasil masuk ke Unpad jurusan hubungan internasional. Selain itu disini diceritakan menganai pengalaman Alif sekolah di Eropa. “Man Shobaru Zhafira” Siapa yang bersabar akan beruntung. Pepatah ini sangat mewakili hatiku ketika aku gagal masuk perguruan tinggi yang aku inginkan. Tetapi alhamdulillah bisa mendapat yang lebih baik #curhat dikit lah :p
Man Yasro’ Yahsud” Siapa yang menanam akan menuai yang ditanam, merupakan qoute dalam novel ketiga, Rantau 1 Muara. Novel ini menceritakan kebimbangan Alif kemana dia harus melangkah? Apakah sesuai dengan jurusannya atau menjadi seorang wartawan/penulis sesuai minatnya. Akhirnya dia memutuskan menjadi seorang wartawan/penulis. Berkat ketrampilannya dia bisa berkeliling dunia sesuai dengan mimpi yang selalu dia angan-angankan saat di Pondok Madani.
Walaupun aku sendiri agak lupa detail cerita novelnya, tetapi pepatah-pepatah tersebut selalu tertanam dalam pikiranku. Selalu membuat aku untuk semangat dan percaya untuk selalu optimis disaat aku putus asa.

Kemah Bakti


Tanggal 31 Oktober 2013, merupakan hari yang sangat dinanti- nanti oleh kami, mahasiswa FK Undip semeter 3. Ya, pada hari itu kami akan pergi berkemah ke desa Mangli, Magelang untuk menjalankan kegiatan kemah bakti.

Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan, berkesan dan tidak bisa dilupakan. Disini kami diajari berbagai hal kehidupan melalui alam. Dan juga pertemanan melalui kelompok kembak yang telah dibagi oleh panitia kembak. Aku bersyukur karena mendapatkan teman-teman yang begitu asyik dan juga kakak pembimbing yang super baik hati, Kak Siti dan Kak Mawi J
Brian, Putri, Anna, Anggun, Kho Mel, Shahumi, Sarah, Edo,
Karin, Ayu, Novrita, Kak Siti, Inas, Mas Anggi, Kak Mawi, Lingga, dan Bayu
Pada hari pertama kemah, kami mendapatkan kegiatan berupa mengabdi kepada masyarakat. Aku sendiri mendapatkan bagian di posyandu. Awalnya aku agak takut dan canggung karena selama ini aku takut sama anak bayi. Haha. Kedengaran sih lucu, tapi itu kenyataan. Kadang aku takut ketika aku mengendong bayi, bayi tersebut akan menangis. Tetapi setelah belajar dari kegiatan ini, aku mulai memberanikan diri. Pelajaran yang paling berharga disini tentunya bagaimana kita memberi informasi kepada masyarakat awam agar bisa memahami apa yang kita sampaikan.
Hari berikutnya adalah outbond. Tentu sangat menyenangkan karena kita akan bersenang-senang selama seharian. Selama outbond ini kekompakan kelompok kami makin terlihat. Aku sendiri merasakan. Kami saling berbagi, saling menyemangati, dan saling tolong menolong.
Di outbond ini kami harus bersusah payah melewati medan yang begitu sulit, naik turun gunung. Tatapi aku tetap bersyukur karena kelelahan tersebut hilang akibat pemandangan sekitar yang begitu indah yang jarang aku temui sebelumnya. Selama outbond ini aku selalu keingat akan film 5cm yang begitu menginspirasi bagiku. Bagaimana tidak? Aku seolah-olah melakukan hal yang sama dalam film tersebut, mendaki keatas gunung.
Dalam outbond ini terdapat 8 pos permainan, mulai dari mengambil koin dalam tepung, menebak harga, lomba makan krupuk, fashion show dan masih banyak lagi. Aku senang dalam permainan outbond ini kami menang 6x dan kalah 2x dengan kelompok lawan. Haha

Sebenarnya masih ada kegiatan lain selain mengabdi dan outbond dalam kemah bakti ini yaitu pensi dan akustikan.
Oya, selama kemah bakti ini kami memiliki jargon yang selalu membuat kami semangat.
Rono5x, rene5x. Rono rono, rene rene
Hei ayo semua ikutan kembak bersama kita. Rono rene joss
Pastilah seru karena kita orangnya lucu
Semuaa jangan iri karena kita paling seksii
Karenaa rono rene semua orangnya baik hati.
Rono renee. Kowe rono. Aku rene. Semuanya sikat habis. Briaaan. Bawa kita ke puncak
Ehh, hampir lupa. Nama kelompok kami selama kemah bakti ini adalah Rono Rene. Kami mengambil nama tersebut karena kami terinsipirasi dengan tokoh Rene Laennec, seorang penemu stetoskop. Tanpa beliau tentu dunia kedokteran tidak akan berkembang seperti ini.

Anatomi


Anatomi merupakan ilmu dasar yang mempelajari bagian-bagian tubuh manusia dalam ilmu kedokteran.
Anatomi, mungkin merupakan momok yang menakutkan bagi kita, mahasiswa FK Undip, yang masih menerapkan sistem sks (angkatanku). Saya sendiri kurang tau kenapa setiap mahasiswa baru yang bertanya materi apa yang susah disemester dua? Pasti kakak-kakak tingkat akan menjawab anatomi. Iya, memang mata kuliah teresebut bagi saya sendiri lumayan sulit kalau kita tidak disiplin.
Anatomi FK Undip sedikit menyita banyak waktu dari pada mata kuliah lain. Meminta kita untuk selalu memegang diktat kuning untuk dibaca dan dipahami. Meminta kita untuk disiplin dalam belajar. Ya, karena jika kita menyepelekan mata kuliah ini tentu berakibat fatal. Jangan sekali-kali belajar anatomi yang materinya sebegitu banyak hanya waktu ujian. Saya yakin itu tidak berhasil.
Entah kenapa banyak kakak tingkat yang merasa senang setelah selesai semester 3. Mereka serasa bebas. Agak lebih santai katanya. Tapi bagi saya sendiri, itu bukan kebebasan yang harus dinikmati akan tetapi merupakan awal perjalanan yang masih panjang untuk menjadi dokter.
Saya sendiri juga heran kenapa FK Undip begitu ketatnya dalam mata kuliah anatomi. Mungkin dosennya kali ya :D. Saya sendiri sangat bangga bisa menjadi bagian dari mahasiswa fakultas ini karena bisa mengenal berbagai macam dosen yang saya kagumi.
Sistem pengajaran yang berbeda dari pada fakultas lain kadang membuat fakultas saya menang dalam berbagai lomba anatomi (maaf bukannya sombong). Lagian bukan saya juga yang mengikuti lomba. Hehe
Oya, mungkin ini adalah sekilas info sekaligus mengenang mengenai bagian anatomi FK Undip yang begitu ketat, disiplin dan berkesan.

Ini juga ada sedikit info yang dapat membantu kalian dalam belajar. Silahkan kunjungi. Mungkin bisa membantu dalam belajar :
Semoga bermanfaat J

Rabu, 22 Januari 2014

Percaya ini yang terbaik


Sekolah di kedokteran. Siapa sih yang tidak mau? Jurusan kedokteran hampir menjadi minat setiap orang. Lihat saja peminat di setiap pendaftaran masuk perguruan tinggi, pasti jurusan ini lah yang paling tinggi peminatnya. Sebenarnya apa yang dicari disini? Supaya bisa menolong sesama? Atau ilmunya? Atau bahkan uangnya? Haha
Mungkin saya adalah salah satu orang yang terbawa arus masuk dalam dunia kedokteran. Siapa sih yang menyangka? Saya sendiri tidak percaya. Sekolah di kedokteran (mungkin) bukan salah satu keinginan saya. Ya, hampir seluruh keluarga saya mengabdi menjadi guru. Bahkan dulu saya disuruh masuk dalam bidang keguruan, tapi saya menolak, entah kenapa.
Tapi sekarang saya sudah satu setengah tahun sekolah dikedokteran. Menikmati? Sebenernya nikmat tidak nikmat harus dijalani kan? Toh, alhamdulillah saya masih bisa bertahan disini. Bukan maksud pamer tapi ini kenyataan.
Apakah tidak kesulitan? Sulit sih iya. Setiap kehidupan kan pasti punya rintangan masing-masing. Dimana pun kita berada pasti akan mendapat cobaan bukan?
Sekarang yang saya pikirkan adalah menikmati setiap langkah yang saya lakukan. Melakukan setiap hal dengan berusaha secara maksimal atas ridho dari Allah. Bagaimanapun juga, saya telah disini. Saya telah bertahan sampai sejauh ini. Jadi apapun yang terjadi harus tetap kuat dan bertahan walau kadang itu sangat sulit. Ini sudah menjadi takdirNya, maka jalani dengan tulus ikhlas dan yakin bahwa ini yang terbaik J
Ada sebuah qoute yang kadang membuat saya kembali bersemangat ketika saya putus asa:
“Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajar. Entah hanya untuk sesaat atau selamanya. Entah menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi tetaplah menjadi terbaik diwaktu tersebut. Lakukan dengan tulus meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan”
Cerita ini adalah sepotong bagian yang ada dalam kehidupanku. Jadi syukuri setiap hal yang kita punya. Jalani dengan ikhlas dan yakin bahwa ini adalah garis yang telah dibuat olehNya. Maka berusahalah, tidak ada yang sia-sia.

Remaja dan Obesitas


Perilaku  merupakan hasil dari segala macam pengalaman secara instansi manusia dengan lingkungan yang berwujud  dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku makan adalah cara seseorang berfikir, berpengetahuan dan berpandangan tentang makanan. Apa yang  ada dalam perasaan dan pandangan itu dinyatakan dalam bentuk tindakan makan dan memilih makanan. Jika keadaan itu terus menerus berulang maka tindakan tersebut akan menjadi kebiasaan makan.
Usia remaja merupakan usia peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada usia ini fisik seseorang terus berkembang, demikian pula aspek sosial maupun psikologisnya. Perubahan ini membuat seorang remaja banyak ragam gaya hidup, perilaku, tidak terkecuali pengalaman dalam menentukan makan apa yang dikonsumsi yang sangat berpengaruh terhadap keadaan gizi seorang remaja.
Ketika memasuki masa remaja, khususnya masa pubertas, remaja sangat peduli atas pertambahan berat badan mereka. Terjadi perubahan fisiologis tubuh yang kadangkala menggangu. Biasanya hal ini lebih sering dialami oleh remaja putri daripada remaja putra. Bagi remaja putri mereka mengalami pertambahan jumlah jaringan lemak sehingga mereka akan mudah gemuk apabila mengonsumsi makanan yang berkalori tinggi
Adapun perilaku makan (dalam hal pola makan) yang ditunjukkan remaja adalah mengonsumsi makanan  fast food (cepat saji). Kini makanan  fast food telah menjadi bagian dari perilaku sebagian anak sekolah dan remaja di luar rumah diberbagai kota. Jenis makanan siap santap (fast food)yang berasal dari negara barat seperti KFC, hamburger, pizza dan berbagai jenis makanan berupa kripik (junk food) sering dianggap sebagai lambang kehidupan modern oleh para remaja. Padahal  fast food dan junk food mempunyai kandungan tinggi kalori, karbohidrat dan lemak, jika makanan  fast food dan  junk food dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan obesitas.
Kebiasaan makan sangat dipengaruhi gaya hidup. Faktor-faktor yang merupakan input bagi terbentuknya gaya hidup keluarga  adalah penghasilan, pendidikan, lingkungan hidup kota atau desa, susunan keluarga, pekerjaan, suku bangsa, kepercayaan dan agama, pendapat tentang kesehatan, pendidikan gizi, produksi pangan dan ditribusi, serta sosial politik.
Kebiasaan pola makan yang salah ini menimbulkan dampak pada fisik dan psikis remaja yang sebenarnya mereka selalu ingin memperhatika penampilan fisik mereka.
Santrock (2006) menjelaskan bahwa perubahan fisik yang sangat signifikan pada remaja menimbulkan dampak psikologis yang tidak diinginkan. Salah satu aspek psikilogis dari perubahan fisik dimasa pubertas remaja menjadi sangat memperhatikan tubuh dibanding aspek lain. Remaja sering merasa gelisah dengan penampilan fisik mereka. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Hurlock (1980) bahwa masa remaja adalah masa yang penuh perhatian terhadap bentuk fisik dan penampilan. Hal ini terjadi agar remaja memiliki daya tarik fisik.
Selanjutnya, Cross dan Cross (dalam Hurlock, 2004) menerangkan daya tarik fisik sangat penting bagi remaja karena daya tarik fisik akan mempengaruhi dukungan sosial, popularitas dan teman yang didapatkan oleh remaja. Remaja yang memiliki daya tarik fisik akan lebih disukai dan disenangi oleh teman-temannya. Kesadaran akan adanya reaksi sosial terhadap penampilandan daya tarik fisik menyebabkan remaja prihatin akan pertumbuhan tubuhnya yang kurang ideal. Hurlock (1980) berpendapat bahwa berat yang berlebihan merupakan salah satu bentuk tubuh yang tidak ideal. Memiliki berat badan yang berlebihan mengganggu sebagian besar remaja dan menjadi sumber keprihatinan selama bertahun-tahun awal masa remaja.
Gangguan psikososial seperti rasa rendah diri, depresif dan  menarik diri dari lingkungan. Hal ini karena anak obesitas sering menjadi korban bahan olok-olokan teman main dan teman sekolah. Dapat pula karena ketidakmampuan untuk melaksanakan suatu tugas atau kegiatan terutama olahraga akibat adanya hambatan pergerakan oleh obesitasnya
Dihadapkan pada obesitas, tidak jarang seorang remaja bereaksi secara berlebihan. Tidak jarang pula mereka menjadi frustrasi karena meskipun sudah melakukan diet ketat dan mengkonsumsi ramuan atau obat-obatan penurun berat badan, ternyata bobot tubuh tidak kunjung susut. Tentunya ini akan mengganggu kesehatan seorang remaja dimana mereka bisa sakit karena tidak mau makan.
Survei Kesehatan dan Status Gizi Nasional di Amerika Serikat (NHANES III) tahun 1988-1994 memperlihatkan bahwa kira-kira 30% remaja dengan obesitas mengalami sindroma metabolik. Sindroma tersebut sangat erat hubungannya dengan peningkatan risiko terhadap PJK dan penyakit metabolik seperti DM tipe 2 dan aterosklerosis. Gabungan dari obesitas, hipertensi, dan dislipi demia secara bersama sama akan meningkatkan keparahan lesi aterosklerotik pada usia muda. Individu dengan obesitas sentral lebih berisiko untuk terjadi sindrom metabolik dibanding dengan obesitas perifer. Risiko kejadian sindroma metabolik lebih tinggi pada anak yang mempunyai orang tua dengan sindroma metabolik.
Menurut Damayanti (2002) mengatakan bahwa remaja yang obesitas cenderung mengalami peningkatan tekanan darah, denyut jantung serta keluaran jantung dibandingkan  remaja dengan berat badan yang normal. Hipertensi ditemukan pada 20-30% anak obesitas. Diabetes melitus tipe 2 jarang ditemukan pada anak obesitas tetapi hiperinsulinemia dan intoleransi glukosa hampir selalu ditemukan pada morbid obese.
Obesitas menyebabkan kerentanan terhadap kelainan kulit kususnya di daerahnlipatan. Kelainan ini termasuk ruam panas, intertrigo, dermatitis moniliasis, dan acanthosis (kondisi yang merupakan tanda hipersensivitas insulin0. Sebagai tambahan jerawat juga dapat muncul dan dapat memperburuk pesepsi diri sang remaja.
Peningkatan tekanan intracranial ringan pada obesitas disebabkan oleh gangguan jantung dan paru yang mengakibatkan penumpukan kadar karbondioksida. Gejalanya meliputi sakit kepala, papil edema, kelumpuhan saraf cranial VI, diplopia, kehilangan lapangan perifer dan iritabilitas.

Bahaya Kolesterol


Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk menghindari makanan yang bersantan sangatlah sulit, seperti rendang, opor ayam, kari dan lain- lain. Mengonsumsi makasakan yang seperti itu tentunya berbahaya karena dapat menyebabkan kolesterol jahat (LDL) yang meningkat.

Apa itu kolesterol?
Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80 % dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 % sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh.
Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat. Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai ‘pembawa’ (carier) kolesterol dalam darah.
Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.
Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood)
Kolesterol yang tinggi tidak hanya dialami oleh orang yang bertubuh gemuk, tapi orang yang kurus tidak berarti kolesterolnya rendah. Ini juga dapat menimpa orang-orang yang masih muda. Berbagai kalangan umur, harus berusaha menjalani pola hidup yang sehat agar dapat menjaga kolesterol dalam darahnya tetap normal.
Dalam tubuh terdapat lemak terdiri dari kolesterol jahat yang biasa disebut LDL (Low Density Lipoprotein) dimana lemak ini dapat menempel pada pembuluh darah. Sedangkan kolesterol baik yang dikenal dengan HDL (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang dapat melarutkan kandungan LDL dalam tubuh. Kolesterol normal dalam tubuh adalah 160-200 mg, maka penumpukan kandungan LDL harus dicegah agar tetap dalam keadaan normal.

Kenapa kolesterol berbahaya?
Kolesterol (LDL) yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding sebelah dalam pembuluh darah. Selanjutnya, LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam yaitu intima sehingga dapat menyempitkan pembuluh darah. LDL ini bisa melekat karena mengalami oksidasi atau dirusak oleh radikal bebas. LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama sehingga terbentuk LDL yang teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memacu terbentuknya zat yang dapat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima.
Disamping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke dalam intima menjadi makrofag. Sementara itu LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL yang teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa
Sel busa yang terbentuk akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar sehingga membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.
Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL akan teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima dan kemudian akan membelah-belah diri sehingga jumlahnya semakin banyak.
Timbunan lemak di dalam lapisan pembuluh darah (plak kolesterol) membuat pembuluh darah menjadi sempit sehingga aliran darah kurang lancar.
Plak kolesterol pada dinding pembuluh darah bersifat rapuh dan mudah pecah, meninggalkan "luka" pada dinding pembuluh darah yang dapat mengaktifkan pembentukan bekuan darah. Karena pembuluh darah sudah mengalami penyempitan dan pengerasan oleh plak kolesterol, maka bekuan darah ini mudah menyumbat pembuluh darah secara total.

Bagaimana cara mengontrol kadar kolesterol?
Diet
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kolesterol. Misalnya dengan mengkonsumsi susu tanpa lemak dan mengurangi konsumsi daging. Pilihlah makanan dengan kandungan lemak tak jenuh daripada kandungan lemak jenuh. Minyak yang digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang dapat meningkatkan kadar kolesterol, maka ada baiknya Anda mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.
Konsumsi makanan berserat
Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, kacangkacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Jenis makanan ini dapat menyerap kolesterol yang ada dalam darah dan mengeluarkannya dari tubuh.
Konsumsi antioksidan
Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan seperti jeruk, strawbery, pepaya wortel, atau labu. Mengkonsumsi bawang putih secara teratur juga dapat menurunkan kadar kolesterol.
Hindari alkohol dan merokok
Dengan merokok atau mengkonsumsi alkohol, kolesterol akan mudah menumpuk dalam aliran darah.
Olahraga
Berolahraga secara teratur sesuai dengan umur dan kemampuan. Jaga agar berat tubuh Anda tetap ideal.